Bagaimana memulai menulis
TAHAPAN PROSES PENULISAN KARYA ILMIAH
Karangan Ilmiah merupakan suatu karangan yang sistematis,dibentuk dengan pola berpikir berdisiplin serta memiliki penggolongan yang jelas dan dengan format penulisan yang baku.
Karangan ilmiah umumnya mengandung tiga unsur utama yaitu;
Logika ilmu yang tepat,Bahasa yang jelas dan baku,serta gaya penulisan tertentu yang dianut.Sebaiknya dalam membentuk tulisan ilmiah dilakukan dengan cara membuat draft.Dalam menyusun draft yang satu memperbaiki draft yang sebelumnya.Misalnya ,draft pertama menekankan pada isi ilmiah,draft kedua menekankan pada logika,kelancaran bahasa,dan ungkapan bahasa.Draft ke tiga menekankan pada gaya penulisan yang dimintakan jurnal atau format yang dianut.Terakhir adalah draft yang utuh untuk penyuntingan.( Max J.TOKEDE & VICTOR E .FERE )
Menulis draft pertama
Untuk menulis draft pertama sebaiknya sebaiknya dikembangkan sederet pernyataan ilmiah yang menandaskan isi dari karangan .Pada draft ini kuncinya adalah bahwa kita sedang membangun tempat untuk berdiri,biarkan gagasan anda terus mengalir sekalipun terbentur pada kekurangan gaya bahasa tetapi biarkan saja terus jangan berhenti nanti pada draft berikutnya baru disesuaikan.Cacat dalam kalimat dapat diperbaiki dan ditutupi pada kalimat lain yang tersusun sempurna .
Menulis draft kedua
Draft kedua adalah penyatuan tulisan .Pada penulisan ini,kita dapat melakukan uji kelancaran aliran bahasan dan menghilangkan pengulangan yang tidak diperlukan.Pada draft pertama karangan masih berbentuk bagian-bagian terpisah ,nah di draft kedua ini kita menyatukannya.Mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu ,kecuali jika kita memang fokus dan berbakat untuk menyisihkan waktu yang khusus untuk menulis.Pada uji kelancaran ini usahakan cari pengulangan kata-kata yang tidak perlu.Titik bahaya biasanya dijumpai pada pendahuluan. Setelah tubuh karangan ilmiah secara keseluruhan tersusun dengan aliran yang lancar ,maka selanjutnya kita dapat memperhatikan persyaratan gaya tulisan atau format penulisan baku dan melakukan penyesuaian.
Menulis draft ke tiga
Penulisan draft ke tiga ditekankan pada keterbacaan karangan ilmiah kita.Keterbacaan adalah unsur yang menyebabkan kelancaran dan pertalian dalam penulisan ,ada kalimat hanya sekali baca saj dengan kecerdasan rata-rata dan tak mempunyai pengetahuan khusus mengenai bidang yang diteliti dapat dimengerti.
Menulis draft akhir
Draft akhir karangan ilmiah merupakan tahap penyuntingan.Format penulisan banyak ragamnya,termasuk yang dianut oleh setiap jurnal ilmiah.Pada draft akhir ini penulis wajib memenuhi segala ketentuan format penulisan yang dipilih termasuk gaya jurnal .
Karangan ilmiah umumnya mengandung tiga unsur utama yaitu;
Logika ilmu yang tepat,Bahasa yang jelas dan baku,serta gaya penulisan tertentu yang dianut.Sebaiknya dalam membentuk tulisan ilmiah dilakukan dengan cara membuat draft.Dalam menyusun draft yang satu memperbaiki draft yang sebelumnya.Misalnya ,draft pertama menekankan pada isi ilmiah,draft kedua menekankan pada logika,kelancaran bahasa,dan ungkapan bahasa.Draft ke tiga menekankan pada gaya penulisan yang dimintakan jurnal atau format yang dianut.Terakhir adalah draft yang utuh untuk penyuntingan.( Max J.TOKEDE & VICTOR E .FERE )
Menulis draft pertama
Untuk menulis draft pertama sebaiknya sebaiknya dikembangkan sederet pernyataan ilmiah yang menandaskan isi dari karangan .Pada draft ini kuncinya adalah bahwa kita sedang membangun tempat untuk berdiri,biarkan gagasan anda terus mengalir sekalipun terbentur pada kekurangan gaya bahasa tetapi biarkan saja terus jangan berhenti nanti pada draft berikutnya baru disesuaikan.Cacat dalam kalimat dapat diperbaiki dan ditutupi pada kalimat lain yang tersusun sempurna .
Menulis draft kedua
Draft kedua adalah penyatuan tulisan .Pada penulisan ini,kita dapat melakukan uji kelancaran aliran bahasan dan menghilangkan pengulangan yang tidak diperlukan.Pada draft pertama karangan masih berbentuk bagian-bagian terpisah ,nah di draft kedua ini kita menyatukannya.Mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu ,kecuali jika kita memang fokus dan berbakat untuk menyisihkan waktu yang khusus untuk menulis.Pada uji kelancaran ini usahakan cari pengulangan kata-kata yang tidak perlu.Titik bahaya biasanya dijumpai pada pendahuluan. Setelah tubuh karangan ilmiah secara keseluruhan tersusun dengan aliran yang lancar ,maka selanjutnya kita dapat memperhatikan persyaratan gaya tulisan atau format penulisan baku dan melakukan penyesuaian.
Menulis draft ke tiga
Penulisan draft ke tiga ditekankan pada keterbacaan karangan ilmiah kita.Keterbacaan adalah unsur yang menyebabkan kelancaran dan pertalian dalam penulisan ,ada kalimat hanya sekali baca saj dengan kecerdasan rata-rata dan tak mempunyai pengetahuan khusus mengenai bidang yang diteliti dapat dimengerti.
Menulis draft akhir
Draft akhir karangan ilmiah merupakan tahap penyuntingan.Format penulisan banyak ragamnya,termasuk yang dianut oleh setiap jurnal ilmiah.Pada draft akhir ini penulis wajib memenuhi segala ketentuan format penulisan yang dipilih termasuk gaya jurnal .